P A T A
Untuk mengingat dia yang tiba-tiba menghilang, aku hanya bisa mengingatnya, berusaha mencarinya, lalu menuangkannya ke dalam tulisan. Intinya, aku ingin mengabadikan ingatan tentang dia.
“Mulai sekarang, setiap kali kita merasa kurang berani, mari kita sebut itu sebagai 'hari pata'.”
PAINT THE PAIN
Bukan buku puisi yang kekinian, bukan juga kamus cetak untuk menemukan kerinduan karena hati yang hilang. Hanya buku yang dapat membantu menemukan makna kata yang kamu inginkan. Pilih kata yang kamu inginkan dna temukan maknanya.
Para Utusan Lain Sebelum Dia Telah Lahir dan 90 Rangkuman Bagi Ali Audah
Kalau kamu suka tulisan yang terasa “diam tapi kena”, karya Sapardi Djoko Damono ini layak kamu bawa pulang. Para Utusan Lain Sebelum Dia Telah Lahir bukan sekadar kumpulan puisi—ini seperti ruang sunyi tempat pikiran dan perasaan bertemu. Bahasanya tidak ribet, tapi justru di situ letak kekuatannya: pelan-pelan menyentuh hal yang sering kita pendam tanpa kita sadari.
PARADISE
Kalau ditanya hari paling ramai di kafe Paradise, tentu jawabannya hari ketika sedang ada promo besar-besaran. Bukan lagi soal antrean panjang, tapi juga pengunjung yang berjejalan. Dalam satu meja, kita bisa menemui dua orang asing yang baru bertemu pertama kali. Namjoon, misalnya. Di sudut lain, Jimin terlihat tidak bertenaga seusai latihan dance. Atau, Taehyung yang malah diam-diam menatap seseorang di balik kaca?
Ting…. Begitu denting yang berbunyi lagi begitu pintu kafe dibuka. Hoseok masuk dan langsung menatap meja konter, yang di sana Yoongi dan Jeongguk sedang sibuk-sibuknya membuat pesanan. Menyusul kemudian, Seokjin datang masih dengan tampilan rapi dan menawan. Tidak ada yang menyangka beban apa yang dia simpan.
Di kafe Paradise, kita disuguhkan begitu banyak hal. Dari tempat ini pula, tujuh kisah dari tujuh laki-laki itu dimulai.
PENEMBAK MISTERIUS
Penembak Misterius merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1993. Dalam kumpulan cerpen ini terdapat 15 kisah yang terbagi dalam 3 bagian: Penembak Misterius: Trilogi, Cerita untuk Alina, dan Bayi Siapa Menangis di Semak-Semak?. Kisah-kisah dalam kumpulan cerpen ini ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma pada rentang tahun 1984—1990. Kisah-kisahnya banyak membicarakan tentang realitas sosial politik tahun 1983—1984 yang saat itu tentu saja tidak dapat diberitakan atau dibicarakan secara terang-terangan seperti sekarang ini.
PIGURA TANPA PENJARA Esai-Esai Seni Rupa
“Sebuah kanvas yang penuh, katakanlah dari tangan Rembrandt, sebenarnya kosong: ia sudah mengatakan semuanya, dan tak ada lagi yang berbisik
RINDU YANG MENIPU
Melalui buku ini, Qomikin atau Faris Saputra, mencoba menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan menggunakan media gambar dan teks yang menarik, meriah dan penuh warna. Buku ini berisikan banyak ilusrasi dan pesan yang mengajak kita untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun dan kapan pun. Ukuran buku ini cukup kecil untuk dibawa dan dibaca di mana saja.
