NORMAL PEOPLE
Normal People terasa sangat relevan dengan zaman ini sekaligus mengingatkan pada karya-karya masa lalu yang penuh keabadian. Sally Rooney memahami emosi yang rumit—atau dengan kata lain, ia memahami bentuk cinta dan kerinduan yang unik. Pembaca akan sulit melupakan pengalaman emosional mendalam dari hubungan Connell dan Marianne.
Joanne Kaufman, The Wall Street Journal
ON PROGRESS CURATORGRAPHY
Produk intelektual ini terbit untuk mengingat kiprah Mikke Susanto sebagai kurator selama 2 dekade. Di dalamnya termuat teks kuratorial sejumlah 144 pameran yang digelar di lebih dari 50an ruang seni, dengan menyebut 1.250an nama seniman. Buku setebal 1.230 halaman ini berhasil menampung berbagai topik pemikiran yang disertai dengan sejumlah arsip foto pameran dan karya seni.
ON WRITING
On Writing merupakan salah satu buku yang diterbitkan dari kumpulan surat-surat yang ditulis oleh Charles Bukowski. Bukowski sendiri merupakan seorang penyair, cerpenis, dan novelis asal Amerika kelahiran Jerman.
P A T A
Untuk mengingat dia yang tiba-tiba menghilang, aku hanya bisa mengingatnya, berusaha mencarinya, lalu menuangkannya ke dalam tulisan. Intinya, aku ingin mengabadikan ingatan tentang dia.
“Mulai sekarang, setiap kali kita merasa kurang berani, mari kita sebut itu sebagai 'hari pata'.”
PAINT THE PAIN
Bukan buku puisi yang kekinian, bukan juga kamus cetak untuk menemukan kerinduan karena hati yang hilang. Hanya buku yang dapat membantu menemukan makna kata yang kamu inginkan. Pilih kata yang kamu inginkan dna temukan maknanya.
Para Utusan Lain Sebelum Dia Telah Lahir dan 90 Rangkuman Bagi Ali Audah
Kalau kamu suka tulisan yang terasa “diam tapi kena”, karya Sapardi Djoko Damono ini layak kamu bawa pulang. Para Utusan Lain Sebelum Dia Telah Lahir bukan sekadar kumpulan puisi—ini seperti ruang sunyi tempat pikiran dan perasaan bertemu. Bahasanya tidak ribet, tapi justru di situ letak kekuatannya: pelan-pelan menyentuh hal yang sering kita pendam tanpa kita sadari.
PARADISE
Kalau ditanya hari paling ramai di kafe Paradise, tentu jawabannya hari ketika sedang ada promo besar-besaran. Bukan lagi soal antrean panjang, tapi juga pengunjung yang berjejalan. Dalam satu meja, kita bisa menemui dua orang asing yang baru bertemu pertama kali. Namjoon, misalnya. Di sudut lain, Jimin terlihat tidak bertenaga seusai latihan dance. Atau, Taehyung yang malah diam-diam menatap seseorang di balik kaca?
Ting…. Begitu denting yang berbunyi lagi begitu pintu kafe dibuka. Hoseok masuk dan langsung menatap meja konter, yang di sana Yoongi dan Jeongguk sedang sibuk-sibuknya membuat pesanan. Menyusul kemudian, Seokjin datang masih dengan tampilan rapi dan menawan. Tidak ada yang menyangka beban apa yang dia simpan.
Di kafe Paradise, kita disuguhkan begitu banyak hal. Dari tempat ini pula, tujuh kisah dari tujuh laki-laki itu dimulai.
