Eight Pillars of Prosperity
Kebajikan moral merupakan landasan dan penopang kesejahteraan karena merupakan inti keagungan. Kebajikan ini langgeng selamanya, dan segenap karya manusia yang bertahan hidup dibangun di atasnya. Tanpa kebajikan ini, tak ada kekuatan, kemantapan, atau realitas yang mewujud, hanya ada impian-impian fana. Menemukan prinsip-prinsip moral ialah menemukan kesejahteraan, keagungan, kebenaran, dan dengan begitu menjadi kuat, berani, bersuka ria, dan bebas.
ESOK, MATAHARI AKAN TERBIT KEMBALI, TAPI BAGAIMANA DENGAN MALAM INI?
“Emosi harus dikeluarkan, karena jika tidak, pada akhirnya emosi tersebut hanya akan menggerogoti dirimu. Kesedihan itu layaknya tubuh yang akan menggemuk meski hanya memakan air mata.”
Yeon Jeoung mengungkapkan rasa sakit yang dialaminya melalui tulisan yang penuh kejujuran. Dengan kalimat yang tidak dibuat-buat, membuat tulisannya lebih tertanam dalam hati. Ini adalah buku yang dapat membuat pembacanya bersimpati dan menjadi penyemangat bagi orang-orang yang hidup dengan kesedihan serupa.
Fang Si-Chi’s First Love Paradise
Apakah semua guru adalah sosok yang bisa dipercaya?
Fang Si-Chi dan Liu Yi-Ting, dua sahabat yang berbagi mimpi dan kecintaan terhadap buku, selalu mengagumi Pak Lee—guru yang mereka anggap bijaksana. Namun, di balik sikapnya yang ramah, tersembunyi kegelapan yang mengubah hidup Sichi selamanya.
Terjebak dalam pengalaman traumatis yang tak pernah diajarkan di sekolah atau buku mana pun, Si-Chi berusaha bertahan dengan caranya sendiri. Ketika kebenaran terasa terlalu pahit untuk diterima, ia mulai meyakinkan diri bahwa neraka yang ia alami adalah “surga cinta pertama”.
Sebuah kisah tentang persahabatan, ketidakberdayaan, dan perjuangan mencari kebenaran di dunia yang tidak selalu berpihak pada korban.
From Passion to Peace
Bab pertengahan, “Transmutasi”, adalah tahap transisi antara tiga bab awal dan tiga bab terakhir; ini adalah proses alkimia yang menghubungkan kehidupan ilahiah dengan kehidupan manusia. Disiplin, penyangkalan, dan pelepasan keduniawian bukanlah Keadaan Ilahi; itu hanyalah sarana untuk mencapainya. Kehidupan Ilahiah dibangun dalam Pengetahuan Sempurna yang melahirkan Kedamaian Sempurna.
HEI, ALGA
“Hei, Alga”, sebuah novel yang ditulis oleh Cikie Wahab. Tahun lalu, naskah ini menjadi salah satu pemenang harapan Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta bersama delapan pemenang lainnya. Memang tidak ada pemenang pada kategori Sayembara Cerita Anak DKJ 2019, namun cerita yang ditulis oleh Cikie Wahab ini sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Berkisah tentang tokoh Alga yang tinggal bersama bibinya, serta bagaimana ia menjalani kehidupannya sehari-hari yang penuh dengan lika-liku atau bahkan boleh dikatakan sengsara. Walaupun novel ini masuk ke kategori cerita anak, namun sebenarnya kisahnya cocok untuk dibaca oleh semua umur.
HIDUP INI BRENGSEK DAN AKU DIPAKSA MENIKMATINYA
Kita semua pengecut. Pengecut dan membungkus kepengecutan dengan segala kata yang memualkan seperti demokrasi, aspirasi, musyawarah, kebijaksanaan, dan lai-lain. Aku
HIS LAST BOW: SOME LATER REMINISCENE OF SHERLOCK HOLMES
“Knowing his vindictive nature, I was perfectly certain that he would come to look upon his handiwork.”
—Sherlock Holmes—
