Back Cover
Baca Sekilas
Ori!

MATINYA PENDIDIKAN

Rp69.000 Rp58.650

Out of stock

SKU: P000175 Kategori:

Kecemasan akan masa depan pendidikan sudah berkali-kali dinyatakan oleh para pemikir (pendidikan). Sinisme, satire, dan kredo yang menohok kenyataan praktik-praktik pendidikan muncul tanpa henti: deschooling society (masyarakat bebas dari sekolah) dari Ivan Illich, the end of school menurut Everett Reimer, pedagogy od the oppressed dalam pandangan Paulo Freire, dan the end of education kata Neil Postman.
Neil Postman menulis buku ini karena melihat kenyataan banyaknya persoalan pendidikanyang sangat menyakitkan dan menyedihkan. Dan menurut Postman, pembaruan pendidikan bisa dilakukan jika kita mengetahui bagaimana seharusnya menyekolahkan kaum muda. Dalam pandangan Postman proyek-proyek edukasi tidak identik dengan praktik-praktik pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah bisa jadi sangat konservatif, terutama karena skolah lebih berperan sebagai tembok pembatas dari pada ruang yang lapang untuk pergerakan pikiran. Proses pendidikan di sekolah bagi para siswa tampak sebagai sosok yang tidak mengenal belas kasihan.

Berat 0.2 kg
Dimensions 19 x 13 x 2.5 cm
Penulis

Neil Postman

Penerbit

Immortal

Review Buku

Belum ada yang mereview buku ini.

Yuk review buku: “MATINYA PENDIDIKAN”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Review dari tim redaksi:

Kecemasan akan masa depan pendidikan sudah berkali-kali dinyatakan oleh para pemikir (pendidikan). Sinisme, satire, dan kredo yang menohok kenyataan praktik-praktik pendidikan muncul tanpa henti: deschooling society (masyarakat bebas dari sekolah) dari Ivan Illich, the end of school menurut Everett Reimer, pedagogy od the oppressed dalam pandangan Paulo Freire, dan the end of education kata Neil Postman.
Neil Postman menulis buku ini karena melihat kenyataan banyaknya persoalan pendidikanyang sangat menyakitkan dan menyedihkan. Dan menurut Postman, pembaruan pendidikan bisa dilakukan jika kita mengetahui bagaimana seharusnya menyekolahkan kaum muda. Dalam pandangan Postman proyek-proyek edukasi tidak identik dengan praktik-praktik pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah bisa jadi sangat konservatif, terutama karena skolah lebih berperan sebagai tembok pembatas dari pada ruang yang lapang untuk pergerakan pikiran. Proses pendidikan di sekolah bagi para siswa tampak sebagai sosok yang tidak mengenal belas kasihan.