CIVILIZATION AND ITS DISCONTENTS
KARANGAN penting ini, yang dikerjakan Freud selama musim panas 1929, mungkin adalah karya terbaiknya yang pernah dikenal. Buku ini adalah ikhtisar brilian dari pandangan-pandangan atas budaya, melalui sudut pandang psikoanalisis yang telah dikembangkan Freud semenjak awal penggantian abad. Peradaban dan Ketidakpuasannya (Civilization and Its Discontents, 1930) adalah gabungan berbagai hal sekaligus: suatu kilas balik sepintas dari The Future of an Illusion (1927), analisis dari ketegangan-ketegangan tak terelakan yang sedikit banyak membuat individu-individu menjadi musuh masyarakat, suatu meditasi atas kelesuan-kelesuan yang tampaknya menimpa begitu banyak manusia di peradaban modern ini. Namun, ini adalah buku seorang pskoanalis (kita harus ingat ini), dan berdiri sebagai sebuah kesaksian dan penghargaan atas teori terakhir tentang jiwa—apa yang disebut teori struktural (pertama kali diungkap dalam Beyond the Pleasure Principle tahun 1920, dan The Ego and the Id tahun 1923)—dengan penekanannya terhadap tindak-tindak agresi, dorongan atau rangsangan kematian, sebagai musuh berat Eros.
CONVERSATIONS WITH FRIENDS
Buku ini banyak mengambil bahan dari percakapan-percakapan dengan teman-teman saya sendiri, khususnya Kate Oliver dan Aoife Comey; saya ingin berterima kasih banyak kepada mereka berdua.
COURTNEY LOVE
Courtney Love adalah legenda hidup skena rock Amerika Serikat dan dunia. Ia dikenal sebagai pendiri band rock alternatif Hole. Ia juga seorang aktris yang sudah membintangi
banyak film dan pernah masuk nominasi Golden Globe Awards. Walaupun lama terlibat dalam ketergantungan pada narkoba, Courtney adalah seniman yang andal. Ia merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, produser musik, produser film, dan aktris.
DAVE GROHL
Dave memang memiliki sejarah yang besar dengan Nirvana. Dia adalah drummer band grunge legendaris tersebut pada tahun 1990—1994. Tapi dia juga memiliki kehormatan bersama Foo Fighters. Selain itu kehidupannya memang positif. Dia bukanlah tipe Rockstar yang kacau karena narkoba. Itulah sebab dia dikenal sebagai musikus yang baik dan tidak gila popularitas.
Dear, My Mind
Berpikir positif adalah sesuatu yang perlu dilatih. Dibanding berpikir positif, terkadang berpikir negatif menjadi hal yang lebih mudah dilakukan. Why? Alasannya sederhana, kita tidak pernah berusaha melatihnya. Padahal jika kita bersedia mengakuinya, memiliki pikiran negatif di dalam kepala itu sangat melelahkan. Langkah kita akan dipenuhi kekhawatiran, rasa takut, dan akhirnya membuat kita tidak pernah ke mana-mana.
Pada dasarnya, semakin kita pandai memeluk diri kita sendiri, semakin pandai pula kita memeluk pikiran-pikiran posifi itu. Kebahagiaan, ketenangan, ketentraman yang kita dapatkan dari pikiran-pikiran positif itu adalah untuk diri kita sendiri dan bukan untuk orang lain. Jadi, sudahkan kita berpikir positif hari ini?
Dear, My Self
Kekecewaan, kemarahan, frustrasi, juga keputusasaan tentu saja sering dirasakan. Fakta bahwa terlalu menekankan segala hal kepada diri sendiri adalah salah satu faktornya. Kita berprogres dengan semua hal itu. Adakalanya waktu dijalani dengan bahagia dan segala yang diinginkan tercapai. Namun, bukan hidup yang lucu jika progres yang terjadi hanya itu-itu saja. Sesekali kita harus kecewa untuk mendapat hasil di luar kepala, bukan?
Dear, My Time
Waktu selalu berjalan maju dan tidak bisa berjalan muncur, waktu juga terbatas. Setiap satu hari, setiap satu jam, setiap satu menit, bahkan setiap detik yang telah berlalu tidak akan bisa terulang atau diulang lagi. Detik saati ini, menit ini, dan jam ini tidak akan kembali lagi setelahnya. Ini menunjukkan betapa waktu sejatinya adalah sesuatu yang benar-benar harus dijaga dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Waktu selalu adil. Diberikannya kesuksesan serta keberhasilan kepada mereka yang bisa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka yang bisa memanfaatkan waktu akan tumbuh dan Berjaya dalam hidupnya. Beruntunglah orang-orang ini. sebaliknya, mereka yang suka membuang-buang dan menyia-nyiakan waktu akan tertinggal dalam kehidupannya. Sungguh merugi mereka ini.
DÉJÀ VU
“Aku pernah melihatnya… Aku pernah mengalami ini sebelumnya.. Aku pernah di kehidupan yang berbeda…,” batin Monalisa yakin. Namun, pendapat semua orang sama, pikiran Mona tidak sehat.
Kematian ibu kandung lumpuh yang terbunuh, seorang ayah yang menghilang misterius di suatu pagi, dan mengenali orang-orang yang tidak pernah mengenalinya, membuat Mona remaja terguncang dan kehilangan pegangan hidup. Dengan tertatih-tatih dia pulih ketika bertemu seorang lelaki bernama Jay, yang menikahinya belasan tahun kemudian.