PARADISE
Kalau ditanya hari paling ramai di kafe Paradise, tentu jawabannya hari ketika sedang ada promo besar-besaran. Bukan lagi soal antrean panjang, tapi juga pengunjung yang berjejalan. Dalam satu meja, kita bisa menemui dua orang asing yang baru bertemu pertama kali. Namjoon, misalnya. Di sudut lain, Jimin terlihat tidak bertenaga seusai latihan dance. Atau, Taehyung yang malah diam-diam menatap seseorang di balik kaca?
Ting…. Begitu denting yang berbunyi lagi begitu pintu kafe dibuka. Hoseok masuk dan langsung menatap meja konter, yang di sana Yoongi dan Jeongguk sedang sibuk-sibuknya membuat pesanan. Menyusul kemudian, Seokjin datang masih dengan tampilan rapi dan menawan. Tidak ada yang menyangka beban apa yang dia simpan.
Di kafe Paradise, kita disuguhkan begitu banyak hal. Dari tempat ini pula, tujuh kisah dari tujuh laki-laki itu dimulai.
PENEMBAK MISTERIUS
Penembak Misterius merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1993. Dalam kumpulan cerpen ini terdapat 15 kisah yang terbagi dalam 3 bagian: Penembak Misterius: Trilogi, Cerita untuk Alina, dan Bayi Siapa Menangis di Semak-Semak?. Kisah-kisah dalam kumpulan cerpen ini ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma pada rentang tahun 1984—1990. Kisah-kisahnya banyak membicarakan tentang realitas sosial politik tahun 1983—1984 yang saat itu tentu saja tidak dapat diberitakan atau dibicarakan secara terang-terangan seperti sekarang ini.
SAKSI MATA
Saksi Mata merupakan buku kumpulan cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma. Buku ini terbit pertama kali tahun 1994. Kisah-kisahnya ditulis berdasarkan pemberitaan mengenai Insiden Dili yang sempat membuat ia dilepaskan untuk sementara dari tugasnya sebagai redaktur pelaksana Jakarta Jakarta. Keenam belas kisah yang terdapat dalam buku ini menyuguhkan cerita tentang kekejaman dan derita manusia, yang melampaui batas nalar. Telinga manusia dijadikan hadiah, mata dijadikan bahan sup, dan kisah-kisah tragis lainnya. Atas kisah-kisah tersebut, buku ini juga mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra 1995 dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
THE ADVENTURES OF SHERLOCK HOLMES
“You see, but you do not observe.
The distinction is clear.”
—Sherlock Holmes—
THE CASE BOOK OF SHERLOCK HOLMES
“Having gathered these facts, Watson, I smoked several pipes over them, trying to separate those which were crucial from others which were merely incidental.”
—Sherlock Holmes—
THE GUEST AND OTHER STORIES
Masing-masing cerita dalam buku bunga rampai ini dimaksudkan untuk membentuk seorang “pembaca Prancis”, namun banyak sekali pertimbangan dan keberatan serta nilai-nilai yang harus tetap selalu diingat. Yang paling dominan di sini ialah keinginan untuk memilih sebuah karya sebagai perwakilan dari sejumlah besar penulis Prancis dan memilih sebuah karya yang belum pernah atau jarang dimasukkan ke dalam antologi.
Kumpulan cerita ini menawarkan pelbagai variasi yang layak dipertimbangkan dalam hal gaya, filsafat, dan aliran kesusastraan. Jarak yang terentang antara Voltaire dan Albert Camus kurang-lebih dua ratus tahun. Dengan begitu, kekuatan mendongeng yang misterius yang dimiliki oleh cerita-cerita yang dipulung dari khazanah prosa Prancis selama dua abad ini mencerminkan tidak hanya kepercayaan estetik terhadap mazhab-mazhab sastra yang beragam namun juga keasyikan pengetahuan atas peradaban Prancis dalam bentangan masa ini menyangkut masalah-masalah metafisika dan psikologi manusia.
THE MEMOIRS OF SHERLOCK HOLMES
“Nothing clears up a case so much as stating it to another person.”
—Sherlock Holmes—
THE RETURN OF SHERLOCK HOLMES
“We also have our diplomatic secret …”
—Sherlock Holmes—