Sesungguhnya sangatlah sulit menilai kebesaran Genghis Khan dengan menggunakan ukuran biasa. Luas wilayah yang dijelajahi bersama suku-nya tidak dapat diukur dengan ukuran-ukuran yang kita gynakan sehari-hari, namun melebihi derajat-derajat garis lintang dan garis bujur. Kota-kota yang dilaluinya kerap dibumihanguskan dan alur sungai-sungai berubah; gurun-gurun dipenuhi orang-orang yang mengungsi ketakutan dan orang-orang yang menunggu kedatangan ajal setelah terluka dalam pertempuran melawan pasukan Genghis Khan. Negeri-negeri yang dihuni banyak penduduk, setelalh didatangi Genghis Khan, berubah menjadi tanah tandus yang dikuasai kawanan anjing, serigala, dan burung gagak.
MUNGKIN posisi sebagai penjaga gawang bukanlah posisi idaman dan pilihan utama bagi siapa saja yang ingin terjun menjadi pesepak bola. Dibanding posisi yang lain, menjadi kiper memang kurang menawarkan banyak keterlibatan dengan bola. Penjaga gawang tidak boleh dibiarkan terlalu lama untuk larut dalam penguasaan bola karena hal ini bisa berakibat fatal jika bola yang sedang dikuasainya dapat direbut oleh pemain lawan. Namun, kiper merupakan salah satu elemen penting dalam permainan sepak bola itu sendiri.
SIAPAKAH yang benar, kaum idealis ataukah kaum materialis?
Pertanyaan yang diungkapkan secara ragu-ragu ini menjadi mustahil. Syak, kaum idealis salah dan kaum materialis benar. Ya, fakta ada sebelum ide; idealnya, sebagaimana yang dikatakan Proudhon, hanyalah bunga, yang akarnya menghunjam ke dalam kondisi-kondisi material eksistensi. Ya, seluruh sejarah umat manusia, intelektual dan moral, politik dan sosial, hanyalah pantulan dari sejarah ekonomi.
“Suffering has been stronger
than all other teaching, and has taught
me to understand what your heart used to be.
I have been bent and broken,
but – I hope – into a better shape.”
“Hei, Alga”, sebuah novel yang ditulis oleh Cikie Wahab. Tahun lalu, naskah ini menjadi salah satu pemenang harapan Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta bersama delapan pemenang lainnya. Memang tidak ada pemenang pada kategori Sayembara Cerita Anak DKJ 2019, namun cerita yang ditulis oleh Cikie Wahab ini sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Berkisah tentang tokoh Alga yang tinggal bersama bibinya, serta bagaimana ia menjalani kehidupannya sehari-hari yang penuh dengan lika-liku atau bahkan boleh dikatakan sengsara. Walaupun novel ini masuk ke kategori cerita anak, namun sebenarnya kisahnya cocok untuk dibaca oleh semua umur.
Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya merupakan buku kumpulan tulisan nonfiksi pertama Dea Anugrah. Buku ini pertama kali terbit pada 2019 dan diterbitkan ulang oleh Shira Media pada 2021 bersamaan dengan buku kumpulan tulisan nonfiksi terbarunya, Kenapa Kita Tidak Berdansa?. Esai-esainya ditulis dalam rentang 2016-2018 dan membicarakan tentang banyak perkara, mulai dari perang sampai industri pisang, dari kesedihan kolektif sebuah bangsa hingga seni membikin senang bagian-bagian tubuh tertentu.
Kita semua pengecut. Pengecut dan membungkus kepengecutan dengan segala kata yang memualkan seperti demokrasi, aspirasi, musyawarah, kebijaksanaan, dan lai-lain. Aku