Back Cover
Baca Sekilas
Ori!

Kalo Sensi Jangan Baca Buku Ini

Buku ini dipersiapkan untuk membuat Anda tersenyum dan
kemudian berpikir. Demikianlah sebuah sindiran. Jika tidak bisa
menyikapi dengan baik dan bijak, maka kemarahan akan muncul
dari dalam hati. Namun, jika dapat menyikapi dengan bijak, maka
sindirian tersebut akan membuat kita tersenyum dan kemudian berpikir,
‘ternyata sindiran yang mungkin didengar setiap hari memiliki makna
yang dalam dan hal remeh yang jarang diperhatikan ternyata memiliki
banyak nasihat untuk direnungkan’.

Rp69.000 Rp59.000

Out of stock

SKU: P0000003 Kategori: , ,

Suatu hari, Aku bersenggolan dengan seseorang yang tidak aku kenal, “Oh, maafkan saya” reaksi spontan orang itu. Aku juga berkata “Maafkan saya juga”. Aku berlaku sopan terhadapnya. Namun, cerita lain terjadi di rumah, pada hari itu juga, saat aku sedang menelpon kolega terbaikku, anak lelakiku tiba-tiba berdiri diam-diam di belakangku. Saat aku berbalik, hampir saja aku membuatnya terjatuh. “Minggir! main sana, gangu saja!” teriakku dengan marah. Anak lelakiku pun pergi dengan hati hancur dan kecewa.
Suatu ketika, aku yang sedang berbaring di tempat tidur, dan tiba-tiba mendengar bisikan lembut, “Malaikat akan mengambil nyawamu sekarang. Sebelumnya, kuizinkan kamu melihat lorong waktu sesudah kematianmu.”
“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kamu kenal, etika kesopanan digunakan, tetapi anakmu diperlakukan sewenang-wenang. Akan kuperlihatkan setelah kematianmu hari ini. Bagaimana keadaan kolega, sahabat, dan keluargamu.”
Aku pun melihat, hari ini, saat jenazahku masih di letakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat yang datang, selebihnya mendoakan lewat media sosial. Lalu, teman sekantor dan kolegaku, hampir semua datang, melihat jenazahku sebentar, lalu asik foto-foto dan mengobrol. Bahkan ada yang asik membicarakan aibku sambil tersenyum. Berbeda dengan keluargaku. Aku melihat anak-anakku menangis di pangkuan istriku yang sudah pingsan berkali-kali. Aku bahkan tidak pernah melihat istrinya sekacau itu. Lalu, aku teringat keacuhannya pada istri saat mengajakku berbicang. Aku pun melihat anak-anak yang sering ku hardik dan bentak saat mereka ribut meminta ditemani bermain.
Baru beberapa hari sejak kematianku, semua teman dan kolega bahkan sudah tidak mengingatku. Namun, berbeda dengan keluargaku. Istriku sudah mulai tersenyum meski dengan kehampaan. Anak-anak masih tetap sibuk menanyakan kapan Ayahnya pulang? Hatiku lebih teriris lagi, ketika membaca tulisan di secarik kertas yang masih basah milik anak perempuanku, “Seandainya aku masih punya ayah, pasti tidak akan ada laki-laki yang berani tidak sopan padaku. Ibuku juga tidak akan sakit-sakitan mencari nafkah seorang diri buat kami. Ya Allah, kenapa Engkau ambil ayahku, aku butuh ayahku ya Allah.” Akupun terbangun dari ranjangku lalu bersujud dan menangis.

Berat 1 kg
Dimensions 2 x 15 x 23 cm
Penulis

Cahyo Satria Wijaya

Penerbit

Shiramedia

Review Buku

Belum ada yang mereview buku ini.

Yuk review buku: “Kalo Sensi Jangan Baca Buku Ini”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *